Kamis, 31 Desember 2015

EKSISTENSI WANITA DI TENGAH PEMBANGUNAN DUNIA MODERN.

Kemajuan dan perkembangan zaman menuntut segalanya menjadi berubah. Tak ada batasan perubahan yang dapat dihindari oleh manusia. Manusia seolah turut ikut terjerat dalam perubahan tersebut. Perubahan dalam dunia pendidikan, teknologi dan informasi, pekerjaan, serta perubahan dalam bentuk status kehidupan. Pembangunan suatu negara bisa dikatakan tak lepas dari sebuah arus modernisasi. Dimana modernisasi membuat segalanya berubah. Dari tradisional menjadi modern, dari tahap tertinggal menuju tahap kemajuan dan kemandirian. Sejatinya, Modernisasi juga mengubah struktur dan tatanan kehidupan manusia. Hal ini tak terlepas dari adanya suatu pengaruh pengubahan bentuk manusia seutuhnya. Dari manusia dengan pemikiran primitif menuju manusia modern yang sepenuhnya realistis, logic, dan hedonisme.
       Perkembangan dan Pembangunan suatu negara juga ditandai dengan lahirnya beberapa kaum pelopor yang besar dan hebat. Mulai dari pelopor kebebasan beragama, hingga pelopor kesetaraan gender. Penuntutan kebutuhan dan hak haruslah terpenuhi. Untuk itu, seiring dengan tergerusnya zaman modern yang cenderung mengglobal, perubahan pesat terjadi pada status kesetaraan peran dan partisipasi seseorang di dalamnya. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya Kaum Wanita sebagai pelopor kesetaraan Hak dan Peran dalam dunia yang kian mengglobal nan modern ini.
       Hakikinya, carut marut perkembangan suatu negara tak terlepas daripada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam negeri itu sendiri. Pemberdayaan Wanita dalam segala bidang mulai dilakukan. Gerakan Feminisme yang muncul disetiap negara membuat setiap wanita terjerus untuk ikut didalamnya. Eksistensi dan Pengaruh wanita dalam dunia era modern mulai memberikan sumbangsih yang begitu besar. Hal ini terbukti dengan adanya pembuktian secara empiris bahwa wanita hakikiya memiliki peran ganda. Peran Ganda sebagai Pembantu atau Penolong dan sebagai Wanita Karier (Pekerja). Peran ganda tersebut membuktikan bahwa pada kenyataannya wanita tidak dapat diremehkan dan dianggap enteng, terutama dalam hal pembangunan suatu negara, baik dalam pembangunan ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial lainnya. Karenanya, laki-laki dan wanita di zaman era modern ini dianggap seimbang dan saling memberikan kontribusi tertentu terhadap pekerjaan dan pelayanan yang dilakukannya. Kesemuanya adalah dasar dari wujud pengaplikasian kesetaraan gender yang ada dan berlaku di negeri ini.
       Dalam hal pembangunan sering sekali dibahas mengenai persamaan gender dalam pembangunan, dimana fokus utama yang dimaksudkan adalah bagaimana melibatkan perempuan di dalam pembangunan sebagaimana laki-laki. Permasalahan ini disebabkan oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia perempuan itu sendiri, tentu saja rendahnya sumber daya manusia ini juga karena kurang terbukanya akses perempuan dalam hal perbaikan sumber daya, hal ini menyebabkan kaum perempuan tidak dapat bersaing dengan kaum laki-laki di dalam pembangunan. baik dalam hal apapun itu.
       Munculnya kaum Wanita sebagai pelopor kesetaraan peran dan partisipasi, sebagai wujud dari adanya keresahan di tengah-tengah pertumbuhan dan guncangan peran laki-laki yang mulai menurun. Sebagian ada yang menganggap bahwa kedepannya wanitalah yang akan menggantikan peran sekaligus pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki. Hal ini didasari oleh survey yang menunjukkan bahwa jumlah laki-laki tidaklah sebanding banyaknya  jumlah Perempuan. Perkembangan dan Pembangunan upaya pemberdayaan wanita, dari zaman dulu hingga sekarang mulai marak terjadi. Hal ini ditandai dengan banyaknya karya, sumbangsih, dorongan untuk maju dan memberikan yang terbaik. Hakikinya, gender lebih tepat selalu menitikberatkan pada partisipasi dan peran wanita dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, wanita tidak lagi ditempatkan sebagai “lian” (pembantu). Tetapi haruslah ditempatkan sejajar secara harkat dan martabatnya. Sebagaimana hal ini telah diuraikan dan disampaikan oleh para ahli pelopor lahirnya kesetaraan kaum dan peran kewanitaan .
       Margareth Mead ialah salah satu tokoh yang memperjuangkan hak serta kewajiban seorang wanita. Dimana, dua teorinya yang teramat sangat populer pada masa itu dapat menarik perhatian lebih. Ia membagi wanita kedalam dua peranan tertentu. Ia menyebutnya sebagai Nature dan Nurture. Dimana Nature merupakan unsur kodrati dan alamiah yang dimiliki pada hidup seorang wanita, dan Nurture adalah peran ganda diluar daripada peran kodrati yang diterimanya. Kedua aspek fenomenal ini disampaikan melalui paparannya yang cukup memprihatinkan pada saat itu. Ditengah-tengah kondisi wanita yang pada masa lalu mengalami penindasan di segala bidang kehidupan. Margaret Mead menganggap, bahwa kedua aspek tersebut cocok untuk diterapkan di desa maupun kota. Juga cocok untuk zaman dahulu hingga zaman sekarang. Ia membagi nature kedalam peran sebagai “kanca wingking” (pembantu dibelakang), yang bisa diartikan sebagai ibu rumah tangga. Seorang perempuan sepenuhnya harus bekerja mengurus anak, suami, masak, mencuci dan bekerja didapur saja. Sedangkan Nurture adalah peran ganda yang dijalani wanita selain dari pada peran kodrati tersebut. Misalnya,  wanita memiliki motivasi tinggi untuk bekerja, serta peran, kontribusi dan fungsinya tak hanya sebagai wanita “kanca wingking”, tetapi setara dengan laki-laki bahkan bisa lebih dari pada laki-laki. Kesemuanya itu sangatlah universal dan fleksibel. Bahwa sejatinya dalam dunia modern ini wanita merupakan sosok dan figur pembangunan, baik dalam segi pertumbuhan ekonomi maupun dari segi peran dan partisipasi yang ada dalam keluarga.
       Lihatlah betapa banyaknya wanita-wanita hebat di era sekarang. Aku begitu kagum melihat sesosok wanita melakukan pekerjaan berat dan menantang. Sebagian wanita hebat itu, kini dapat kita saksikan melalui mata kita sendiri, nyata dan bukan rekayasa. Seolah menyindir dunia pertelevisian di negeri ini yang semakin bobrok dan penuh sandiwara. Ada yang bekerja sebagai pilot pesawat tempur, kondektur busway, presiden, hingga dalam berbagai proyek-proyek borongan. Dahulu tak ada wanita yang mampu melakukan kesemua pekerjaan tersebut. Tapi lihatlah kini, apa yang ada di depan mata kita telah nyata. Wanita bertransformasi layaknya kepompong yang menjadi kupu-kupu. Indah dalam proses perubahan peran, dan beracun baginya bila tak dimaknai secara baik dan benar.

Sejatinya, wanita yang hebat ialah


"SESOSOK MANUSIA YANG TAHU PERAN DAN KEBERMAKNAAN HIDUPNYA DITENGAH-TENGAH MASYARAKAT". 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar