Senin, 01 Juni 2015

PANCASILA


Pancasila merupakan konsep kenegaraan dan kebangsaan bagi bangsa Indonesia. Pancasila lahir tidaklah dengan hal yang mudah dan praktis. Sejarah mencatat, perkembangan awal terbentuknya konsep ideologi ini terbentuk menjelang kemerdekaan RI. Ketika waktu itu, para pendiri bangsa atau yang sering kita sebut dengan "The Founding of Fathers" berlomba-lomba untuk memberikan gagasan dan pikirannya yang tepat dan sesuai dengan karakteristik serta ciri khas bangsa Indonesia itu sendiri. Ada banyak pilihan waktu itu. Ada banyak konsep waktu itu yang ditawarkan oleh beberapa manusia lainnya. Dan ada banyak kebingungan juga pada waktu itu. Sebelum merdeka, bisa kita bayangkan pada waktu itu betapa rapuhnya landasan sebuah negara ditengah semangat juang yang membara dan berapi-api mengharapkan Kemerdekaan. Ingin merdeka tetapi belum ada Ideologi dan landasan yang kuat. Ada banyak tokoh yang pada waktu itu ikut menyumbangkan gagasan dan pikirannya. Semua dilakukan semata-mata untuk landasan utama sebuah bangsa. Tokoh yang menyumbangkan ide dan gagasannya yaitu adalah Moh.Yamin, Prof. Dr. Soepomo, Ir. Soekarno, Kaum agamawan dan bahkan tokoh-tokoh dari negara lain pun ikut mempengaruhinya. Bangsa lain yang turut mempengaruhi ideologi apa yang akan dipilih oleh Indonesia adalah Amerika Serikat dan Russia. Amerika dengan paham Liberalis- Kapitalismenya sedangkan Russia dengan paham Komunis-Sosialismenya. Ada juga beberapa kaum agamawan yang menginginkan bahwa ideologi yang cocok dan tepat untuk negara ini adalah berdasarkan konsep negara Islami. Tak lupa juga bila kita masih mengingat peristiwa kelam tersebut, Moh. Hatta pun ikut turut menyampaikan gagasannya mengenai pemilihan konsep gagasan ideologi sebuah bangsa. Moh. Hatta mengatakan bahwa bangsa Indonesia tengah mendayung diantara dua pulau karang yang besar. Dua pulau karang yang besar yang dimaksudkan oleh Moh. Hatta pada waktu itu ialah AS dan Russia.

Akhirnya melalui pemaparan dan presentasi panjang setiap tokoh pada saat itu, terpilihlah gagasan yang diutarakan oleh Ir. Soekarno. Gagasannya yang bernama Pancasila akhirnya dipakai sebagai landasan utama dalam kehidupan bernegara. Bukan dengan semata-mata karena rasa egoismenya. Tapi konsep Ir. Soekarno lah yang menurut seluruh Rakyat Indonesia tepat dan baik untuk diterapkan pada kehidupan masyarakat Indonesia nantinya. Selayaknya, hakikat Pancasila dijadikan sebagai ideologi utama bangsa yaitu untuk mempersatukan seluruh elemen dan unsur-unsur yang ada ditengah-tengah masayarakat. Pancasila secara fundamental, merupakan konsep ideologi bernegara yang lahir melalui penggalian nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. Dimana pada waktu itu, negara kita masih terdiri dari berbagai macam kerajaan, perpecahan, dan berbagai macam kesukuan. Nilai-nilai dan kebudayaan yang ada pada setiap masyarakat Indonesia waktu itu, disinergiskan satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan bahwa para Tokoh-tokoh pendiri bangsa pada saat itu melihat bahwa betapa majemuknya masyarakat Indonesia. Sehingga diharapkan akan terjadi Integrasi baik secara Sosial maupun secara Nasional. Akhirnya, yang diharapkan oleh konsep dan gagasan Pancasila ini ialah menekankan bahwa setiap masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang religius (sila pertama), menjadi manusia yang beradab (sila kedua), bersatu dalam perbedaan (sila ketiga), menjadi sebuah rakyat yang penuh dengan hikmat bijaksana (sila keempat) dan menekankan keadilan yang merata tanpa pandang bulu (sila kelima). Ya itulah kosep dan gagasan ideologi yang terpilih dari antara konsep gagasan lainnya. Semua dibentuk dan di desain sebaik mungkin demi Indonesia yang Merdeka, Bersatu dan Berdaulat.

Pancasila terus berkembang dari tahun 1945 sampai pada saat sekarang ini. Terutama pada saat zaman modern ini. Pancasila telah digunakan sebagai landasan ideologi bangsa ini sudah 70 Tahun lamanya. Namun mengapa dengan konsep negara ini kita juga belum mampu menjadi negara yang super power dan maju ? padahal ada sebuah negara yang baru merdeka dan memilih ideologi liberal/komunis bisa menjadi maju. Apa yang salah dari negara ini ? apakah idologi yang tidak cocok atau masyarakatnya yang sekarang ini kurang mengerti akan Pancasila ? mengapa kita masih sering terjebak pada konflik bernuansa SARA ? apakah Pancasila di era globalisasi ini hanyalah sebagai simbol belaka saja ? itu semua bisa kita jawab di dalam hati.

Hakikatnya, Aku mengamati bahwa eksistensi Pancasila di tengah kehidupan modern bukanlah sebagai semboyan utama bangsa dan negara ini. Pancasila merupakan simbol yang hanya diingat atau mungkin terpasang pada kostum jersey sepakbola negara Indonesia. Bahkan di era modern ini, penerapan dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila masih minim sekali. Pada saat sekarang, para pemimpin negara kita ini, telah dibutakan oleh kepentingan pribadi belaka saja. Mereka tak lagi sadar, bahwa mereka telah jatuh pada konspirasi asing yang bernama Hegemoni (penjajahan yang menyenangkan setiap masyarakatnya). Tak ada lagi keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran yang diberikan kepada setiap rakyatnya. Tak hanya pemimpin negara ini, setiap unsur elemen masyarakatnya pun juga sama. Tak ada pengaplikasian nilai-nilai Pancasilais dalam kehidupan mereka. Mereka hanya terpaku pada hedonisme, harta dan tahta. Bukannya malah memperbaiki kondisi bangsa dan negara ini, bahkan dari beberapa segelintir kubu masyarakat lainnya malah ingin mengubah konsep bernegara Pancasila ini. Mereka beranggapan bahwa di era masyarakat modern ini, ideologi Pancasila sudah tidak lagi cocok dan mampu menyesuaikan dengan perubahan masyarakat yang ada. Padahal telah bersusah payah dahulunya para “The Foundings of Father” membentuk konsep dan gagasan ideologi tersebut, rusak dan hancur karena segelintir orang yang memiliki kepentingan untuk mengubah ideologi pancasila menjadi ideologi yang berhaluan agamis. Ketidaksepahaman dan perbedaan kepentingan sering kali menjadi pemicu kerusakan negara ini. Hampir semua masyarakat di negeri ini hanya mampu berteori dan berkata-kata saja untuk mewujudkan perubahan, namun tak ada sedikitpun aplikasi dan implementasi dari omongan tersebut. Tak ada tindakan yang menekankan pada perubahan. Singkat kata, guyonan NATO (Not Action Talk Only) lah yang cocok untuk masyarakat Indonesia.

Padahal bila sekiranya Pancasila dipupuk dan diberikan sedikit tempat dalam diri setiap individu, dan diajarkan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam kehidupan bernegara yang semakin mengglobal penuh persaingan niscaya PANCASILAKU tak akan lagi hanya sekedar menjadi unsur SIMBOLIS saja bagi bangsa dan negara ini.


“PANCASILA AKAN  BERMANFAAT DAN DAPAT DIRASAKAN DENGAN NYATA BAGI BANGSA DAN NEGARA INI APABILA DIAPLIKASIKAN DAN DIIMPLEMENTASIKAN DALAM KEHIDUPAN BUKAN HANYA DENGAN NATO”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar