SELAMAT JALAN MAESTRO PENDIDIKAN
NAN KONTROVERSIAL.
Rawamangun kembali berkabung. Bukan karena kasus Drop Out
yang menimpa mahasiswanya, tapi kini Rawamangun tengah diselimuti oleh duka
yang mendalam. UNJ kini harus rela kehilangan agen intelektual terbesarnya. Dr.
Nusa Putra, S.Fill., M.Pd kini telah dipanggil oleh Yang Maha Ada dan Yang Maha
Kuasa. Sungguh duka yang mendalam dan memilukan. Inilah kematian, tragis tanpa
bisa diuraijelaskan oleh akal yang logis. Semua telah terstruktur dan terjadi
begitu saja. Kematian itu pasti terjadi, tak ada satu manusia pun yang dapat
mencegah atau memanipulasinya. Ia datang bagaikan guntur bumi yang menyerang
fajar pagi hari, meluluhlantakkan siapapun tanpa terkecuali. Kematian juga tak
memandang derajat dan kasta yang berlaku. Kematian bisa datang pada siapa saja
dan kapan saja. Kini, kematian itu datang dan menyapa Sang Maha Guru dan
Maestro Pendidikan yang dimiliki oleh Universitas Negeri Jakarta.
Tulisan ini kubuat sebagai bentuk penghargaan dan rasa
hormatku terhadapnya. Berita kematian tentangnya hampir membuat seluruh umat
manusia yang mengenalnya tak percaya. Karena sejatinya, Ia adalah orang yang
selalu tampil enerjik, kuat, berani menentang kematian, dan gigih. Bila
difikirkan, mana mungkin secepat itu akan pergi meninggalkan kita. Semasa
hidupnya, ada banyak fenomena dan kontroversi yang terjadi. Ia adalah salah
satu dari sekian juta umat manusia yang begitu fenomenal dan kontroversial.
Terkadang, orang-orang disekitarnya tak mampu menangkap makna tersirat dihelai
matanya tersebut. Padahal ia hanya ingin menyampaikan dalih kebenaran dan
pemahaman empatis dalam konteks yang majemuk.
Begitu banyak pengalaman dan cerita yang mungkin tak
dapat kuuraijelaskan satu persatu. Bagiku, beliau adalah orang baik. Aku
percaya itu, karena kedekatan dan pendekatan yang terjadi selama ini. Bapak
Nusa Putra adalah seonggok daging yang memiliki sifat bijaksana, kontroversi,
penentang kejahatan dan kematian, serta penulis lihai dengan pola bahasa yang
cukup mudah dimengerti. Pola pikirnya yang nakal dalam mengolah suatu
informasi, tak jarang menghadirkan gelitik tawa dan canda dalam kekeluargaan.
Ada banyak ilmu yang Ia amalkan, tak terhitung berapa banyak anak didik yang
kagum pada gaya mengajarnya. Kala menjadi Dosen, beliau selalu disiplin. Ia
sadar dan tahu betul, bahwa ia sosok yang ditiru dan digugu oleh Mahasiswanya.
Beliau begitu inspiratif, dengan gayanya yang khas dalam semangat pencerdasan,
beliau mampu menyusun dan mempersepsikan posisinya mengajar dengan tingkat
kecerdasan setiap anak didiknya yang berbeda. Ia selalu memberikan kesempatan
pada setiap anak didiknya untuk maju dan bertumbuhkembang. Ia tak pernah
menilai dan memberikan suatu judtifikasi benar ataupun salah. Yang terpenting
baginya ialah “prosesnya” bukan “hasil yang instan”. Karena itu, inilah alasan
yang selama ini membuat beliau mengajar dan sekaligus menentang pola pendidikan
konservatif di Indonesia dalam konteks pendidikan dunia modern. Ia begitu
sangat amat kontroversial, karena bagiku ia berani tampil berbeda dibandingkan
dengan Dosen lainnya. Bukan berarti karena Ia paling hebat, tapi ia adalah
Maetro Pendidikan yang ditumbuhkembangkan dalam balutan kepercayaan diri yang
tinggi, dan dibekali dengan ketegasan, keseriusan serta niatan tulus. Baginya
yang terpenting dalam sebuah pembelajaran adalah bagaimana ia mampu memberikan
kebermaknaan yang mendalam pada anak didiknya.
Dalam prinsip kehidupan lainnya seperti Agama, Politik,
Budaya, Sastra, dan SOSIAL adalah taji dalam hidupnya. Ia mampu berdikari
diatas kakinya sendiri demi mempertahankan prinsip keadilan dan kebenaran
sejati. Ia begitu konsisten, tak ragu, dan tak mudah diombang-ambingkan oleh
situasi apapun. Dalam hal Agama misalnya, tak usah diragukan lagi. Beliau
adalah sosok yang taat akan hak dan kewajibannya sebagai seorang muslim. Tak
jarang beliau sesekali menentang aliran sesat dalam Islam. Ia sendiri
mengakuinya, bahwa Ia bukanlah manusia yang berhati mulia nan suci. Ia selalu
katakan itu berulang kali pada setiap mahasiswanya. Beliau banyak membagikan
cerita dan ilmu yang mendalam dalam buku yang telah dicetaknya. Ia miris
melihat kemunduran dan perpecahan umat muslim ditengah kemajuan peradaban
dunia. Tak jarang, itulah yang membuat beliau jauh lebih menghargai dan
meneladani sosok “Iblis” tinimbang
manusia yang bertopeng religius namun hatinya penuh dengan kepalsuan dan kebusukan.
Karena itu ia begitu banyak menceritakannya dalam buku yang berjudul “Keteladanan
Iblis” . Disisi lain, beliau pun banyak mendalami dan mempelajari ilmu
agama lainnya. Ia begitu paham tentang Kristen, Konghucu, Hindu-Buddha dan
sebagian agama lainnya secara akurat dan benar. Tak jarang, aku begitu kagum
padanya. Cara pandangnya mendalami kebenaran yang datang dari setiap agama
mampu diuniversalisasikan olehnya. Karena bagiku, hanya ia yang mampu mengerti
konsep keimanan akan Tuhan yang sejati. Tanpa sedikitpun berstigma buruk kepada
agama lainnya. Karena baginya, orang yang beragama bukanlah orang yang hafal
begitu banyak ayat dalam kitab suci, tapi baginya orang yang beragama ialah
orang yang mengimplementasikannya dalam bentuk perbuatan nyata, kepedulian
terhadap sesama dan mau berbagi. Karena itulah, beliau begitu mengagumi sosok
Nabi Muhammad SAW, Isa A.S, Umar bin Khatab, Mahatmagandi, Paulus, Sidharta
Gautama dan lain sebagainya. Beliau begitu Indonesianis. Baginya perbedaan
ialah hal yang sejatinya wajar. Berbeda bukan berarti bertengkar. Berbeda
adalah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan menuju sebuah persamaan. Inilah pesan
universal yang iya sampaikan seketika waktu padaku dalam hal keimanan akan
Tuhan yang sejati. “Apapun agama kalian, ketika Kita yakin terhadap sesuatu
yang kita yakini maka jalankan, ketika kita tak lagi percaya maka tinggalkan,
kebenaran sejati tak perlu diperdebatkan”.
Karena iman lahir bukan dari akal rasional nan logis, tapi lahir dari
keyakinan akan kebatinan dan kebathilan. Semasa hidupnya, beliau percaya bahwa
agama apapun yang ada di dunia ini, tak ada yang mengajarkan kejahatan dan
penindasan. Namun niat jahat dan kepentingan busuklah yang merusak citra
terhadap keyakinan suatu agama tersebut. Sungguh, diluar naluriku untuk
menganalisa secara mendalam tentang apa yang ditangkap dan diajarkannya kembali
kepada kami.
Begitu juga dalam hal budaya dan politik, beliau sosok
yang begitu menghargai perbedaan budaya dalam balutan kultur yang beragam.
Beliau begitu sopan dan santun, gaya tutur kata, pengolahan serta pemilahan
kata dengan bijak mampu memberikan citra baik bagi setiap manusia di lingkungan
sekitarnya berada. Ia sosok sejati yang begitu mudah beradaptasi dalam beragam
budaya. Baik budaya dan tradisi purbakala di zaman dahulu, hingga budaya dan
tradisi kekinian nan modern. Sampai ajal menjemputnya, ia merupakan sosok yang
tak pernah sedikitpun mau untuk diajak berpolitik busuk oleh para koruptor,
negosiator, dan rektor yang provokator. Siapapun biang kejahatan, dia bersedia
menjadi orang pertama yang siap menentang dan menumpasnya. Walaupun terkadang
seseorang menangkap makna tersebut dalam konteks keburukan yang datang pada
dirinya. Ia pernah dimusuhi, dijauhi, dan bahkan berkali-kali dimutasi mengajar
ke fakutltas lainnya. Oknum-oknum nakal rezim otoritarianisme belum puas
mengahabisi dan memusuhinya sampai kala ajal menjemputnya. Sungguh kesabaran
dan ketahanujian yang harus diterima nan penuh resiko.
Dalam bidang sosial, beliau begitu hatam menguasainya. Ia
adalah sosok yang memberikan kontribusi nyata dalam balutan realitas sosial
yang begitu amat tinggi. Kepekaan sosial yang dimiliki beliau cukup untuk
membuat manusia disekitarnya menjadi paham betul akan realitas sosial dalam
kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. Ia selalu menekankan untuk melihat
realitas sosial kehidupan masyarakat langsung dilapangan, tanpa harus mendalami
dan menyusun segudang teori permasalahan sosial yang ada, apalagi hanya
menduga-duga. Karena sejatinya, dunia ilmu sosial adalah dunia yang begitu
kompleks dalam balutan permasalahan keseharian dalam masyarakatnya.
Pandangannya dalam dunia ke-IPS-an, setidaknya mampu membuka mata hati para
guru IPS dan calon guru IPS akan penerapan pembelajaran IPS disekolah yang
inspiratif, edukatif, dan inovatif. Tidak lagi terkungkung pada sistem yang
telah mapan, sehingga IPS tidak lagi menjadi sosok pembelajaran disekolah yang
membosankan dan memuakkan bagai sampah. Ia ingin, pola pikir dan gaya mengajar
setiap insan dalam bidang Sosial diubah dengan mengikuti dinamika kehidupan
sosial yang ada saat ini. Karena itu tak perlu kita pertanyakan lagi seberapa
banyak penelitian sosial yang lahir dari hasil karya tangannya. Ia begitu ahli
dalam bidang ini dan berkontibusi langsung dalam kehidupan mayarakat dengan
segudang permasalahan di dalamnya. Tak jarang, kepekaan sosial yang tinggi
membuat beliau tumbuh menjadi sosok yang sosialis tapi bukan komunis. Baginya
dunia ini hanyalah sementara, selagi masih bisa hidup ia akan terus beramal
soleh dan berbagi dengan sesama yang membutuhkannya. Semasa hidupnya beliau
banyak mendirikan Yayasan kepedulian terhadap umat manusia, ia pun turut hadir
sebagai aktor pemberdayaan di dalamnya, mulai dari gembel jalanan, pengamen,
pencopet, jablay, pengutip sayur, pemulung, dan yang lainnya.
Tapi kini sang Maestro Pendidikan tersebut tak lagi hidup
dunia, beliau telah meninggalkan seluruh aspek kehidupan dibumi, menyelesaikan
misi suci, dan memberikan duka bagi yang memaknai seoonggok pembelajaran dari
dirinya. Pegiat HAM dan Aktivis tersebut kini tak lagi mampu menunjukkan
eksistensinya. Penulis banyak karya fenomenal tersebut juga tak lagi mampu
menghasilkan karya-karya produktif dari hasil pemikirannya. Dosen yang
memberikan kebermaknaan ilmu itu kini telah pamit undur diri dari kehidupan
dunia yang fana nan sementara. Dan masih banyak kisah memilukan lainnya yang
menyayat hati bila harus kutuliskan dalam tulisan ini. Kini beliau sudah tidak
lagi merasakan sakit yang mendalam, kini Allah telah mencabut dan mengangkat
segala kesakitan dan kepiluan yang ada padanya. Kini ia tenang bersama orang
baik lainnya dalam Surga, karena aku percaya Surgalah untuknya. Selamat Jalan
Bapak Nusa Putra, namamu menghiasi panggung pendidikan dan dunia sosial dalam
masa kekinian. Semoga amal ibadah dan karyamu memberikan kemudahan bagimu dalam
mewujudkan cita-citamu di alam dunia yang baru. Doaku dan jutaan orang Indonesia menghantarkanmu keperistirahatan terakhirmu.
Karya Rikky Leander
Mahasiswa bodohmu yang
masih membutuhkan bimbingan darimu.
P.IPS B UNJ 2013.